Trauma
Gelap nan sepi, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan suasana kamarku saat ini. Sebagian cahaya matahari menyusup lewat tiga lubang agak besar disisi tembok yang difungsikan sebagai ventilasi udara, tidak mampu menerangi gelapnya kamar ini. Kamar yang terletak diluar rumah tepat dibawah tangga dekat pagar belakang, itulah kamar yang aku tempati bersama dengan salah seorang temanku yang sedang melakukan study tour. Kamar ini dilengkapi sebuah jendela yang ditempeli kertas untuk menghalangi pandangan orang yang lalu lalang. Saat kubuka pintu kamar, cahaya sang mentari menyambut pagi hariku. Namun ada yang berbeda kali ini. Pagi yang biasanya disuguhi gelak tawa, alunan musik dan teriakan kini hilang seakan tertiup angin pagi entah kemana. Kebanyakan penghuni kamar lainnya sudah pulang kampung, karena telah melewati peperangan dengan setumpuk laporan dan pertanyaan-pertanyaan bisu dalam selembar kertas yang menghasilkan jawaban dalam beberapa halaman. "Sepertinya c...