Posts

Showing posts from September, 2018

Henny-penny | Terjemahan

Image
Suatu hari Henny-penny sedang mengambil jagung dihalaman pertanian ketika tiba-tiba sebuah biji pohon ek jatuh dan menimpa kepalanya. "Astaga!" kata Henny-penny."Langit sedang jatuh. Aku harus pergi dan mengatakan pada raja." Jadi dia berangkat untuk mengatakan pada raja hingga dia bertemu Cocky-locky. "Kamu pergi kemana Henny-penny?" kata Cocky-locky. "Aku akan pergi mengatakan pada raja jika langit sedang jatuh," kata Henny-penny. "Bolehkah aku pergi bersamamu?" kata Cocky-locky. "Tentu saja." Kata Henny-penny. Jadilah mereka pergi bersama untuk mengatakan pada raja jika langit sedang jatuh hingga mereka bertemu Ducky-duddies. "Kemana kalian pergi, Henny-penny dan Cocky-locky?"kata Ducky-daddies. "Kami akan pergi untuk mengatakan pada raja jika langit sedang jatuh," kata Henny-penny dan Cocky-locky. "Bolehkah aku pergi bersama kalian?"kata Ducky-daddies...

Love Myself | BTS' song challenge

Image
BTS' song challenge Oh bulan, impianku sangatlah jauh untuk sebuah nama. Tak memiliki impian ataupun sesuatu yang diinginkan sungguh menyebalkan bukan? Bagi yang lain akan beranggapan jika hal demikian lebih baik tanpa perlu menyibukkan diri. Tapi hal demikian membuatku merasa orang lain melihatku seperti manusia yang tak berguna dan tak memiliki tujuan hidup. Kata mereka, aku akan baik-baik saja ketika aku kuliah dan bodohnya aku mempercayai kata-kata klise itu. Dan pada akhirnya ketika semua orang berlari, aku masih tetap disini. Setiap pagi aku bahkan takut dan khawatir membuka mata, takut akan menjalani hariku tanpa impian. Setiap malam aku bahkan takut memejamkan mata, takut dan khawatir jika hariku kan berlalu begitu saja tanpa tujuan.  Ibarat bulan yang tak bisa kujangkau meski aku berjalan dengan cepat. Seperti itulah diriku dengan impianku. Aku berbalik dan lari, tapi impianku seperti bulan yang mengikutiku. Disaat aku putus asa dan mulai melupakan im...

Labirin Pilihan | Di hari Idul Fitri

Image
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Siti menggenggam erat handphone ditangannya yang gemetaran. Sudah hampir enam bulan lamanya Siti meninggalkan Ayah beserta neneknya di kampung. Ia mengambil keputusan untuk merantau ke pulau seberang hanya satu niat, untuk mencari kerja agar dapat membantu sang ayah. Banyak hal yang ia pikirkan saat mengambil keputusan ini. Meninggalkan ayahnya yang sudah berumur setengah abad dengan neneknya yang hampir berumur 90 tahun. Siapa yang akan mengurus ayah dan neneknya saat ia tak ada. Siapa yang akan membersihkan pakaian kotor mereka saat dirinya tak ada. Saat ia kelak bekerja di tanah rantau dan harus menetap, siapa yang akan menemani ayahnya saat neneknya sudah tiada? Tapi demi masa depan, Siti menepis semua pertanyaan itu dengan satu pernyataan, untuk membantu ayahku. Ditanah rantau, Siti tidak tinggal sendiri ataupun mengontrak rumah. Dia tinggal bersama keluarga baru ibunya. Sebagai keluarga yang baru, mereka cukup baik. ...

Burung Kebahagiaan

Image
Dahulu kala, seorang anak laki-laki kecil bernama Igor tinggal bersama ibu dan ayahnya di sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu. Keluarga Igor sangatlah miskin. Ayahnya seorang penebang kayu dan ibunya membuat pakaian untuk orang-orang kaya di kota. Rumah mereka berada ditengah hutan besar di Russia Utara. Pada musim panas, hari begitu panjang dan hutan terasa begitu hidup dengan suara burung-burung bernyanyi satu sama lain. Ayah Igor mengajarinya nama-nama burung yang berbeda, dan laki-laki kecil itu segera mengetahui semua lagu mereka. Tetapi di musim dingin, hari begitu singkat, dan salju tebal berada dimana-mana. Hutan menjadi sepi karena burung-burung pergi untuk menghabiskan musim dingin di negara yang lebih hangat.  Pada musim dingin, Igor jatuh sakit. Ibunya membuat makanan dan minuman khusus untuknya, akan tetapi dia hanya menjadi lebih buruk. Dokter dari kota datang melihat Igor, dan menghabiskan beberapa waktu berbicara dengan anak laki-laki itu, dan meme...

Ahli Alkimia (The Alchemist)

Image
The Alchemist|Sebuah kisah dari Burma Pada suatu waktu, terdapat pria tua di Burma yang memiliki seorang anak perempuan. Dia sangat senang ketika putrinya dinikahi oleh seorang pemuda yang baik yang berasal dari keluarga baik. Pada awalnya semua berjalan lancar, tapi setelah beberapa waktu terdapat suatu masalah. Sang suami ingin menjadi Alkemis. Dia menghabiskan seluruh waktunya mencoba untuk mengubah kotoran menjadi emas. Dia yakin jika cara ini dapat membuat mereka kaya suatu hari tanpa bekerja. Malam dan siang dia bermimpi menemukan rahasia Alkemis. Dia jua menghabiskan banyak uang mencoba menemukan cara untuk membuat mimpinya menjadi nyata. Setelah beberapa bulan seperti ini, hanya tinggal sedikit uang. Sang istri memutuskan untuk berbicara pada suaminya itu. "Suamiku, mengapa kamu tidak mencoba untuk mencari sebuah pekerjaan? Usaha membuat kita kaya dengan cepat tapi pada akhirnya meninggalkan kita tanpa uang sama sekali." Dia berkata pada suaminya suatu hari. ...

Ingin Sakit Kuning

Image
Hembusan angin sore di hari kamis menerpa wajahku yang begitu serius. Sekarang aku berada diantara ibu-ibu rumah tangga dibawah kolong rumah tetangga. Tangan kami sibuk membuat bulatan dari adonan beras ketan, tapi mulut kami sibuk berceloteh dan bergurau.  Sang mentari mulai menuju tempat peristirahatannya karena kelelahan dalam perjalanan dari ufuk timur ke barat. Meskipun suara adzan sebentar lagi akan dikumandangkan, kami tetap pada kegiatan kami membuat kue dalam jumlah besar sebagai persiapan esok hari. Besok akan ada seorang warga yang memindahkan rumah panggungnya. Jadi kami kaum hawa hanya bisa bantu lewat masak, sedangkan kaum adam bergotong royong mengangkat rumah. Aku duduk diantara ibu-ibu. Dihadapanku, ada seorang wanita paruh baya yang berceloteh akan kondisi keuangannya sambil membuka tas sehingga terlihat uang dari balik tasnya itu. "Oh kasihan, seharian aku dipasar berjualan tapi tidak ada uang." Ia tertawa. Sesekali ia memegang pergelanga...

I'm not fine

Image
Kuhempaskan tubuhku diatas kasur. Kamarku kubiarkan gelap tanpa penerangan. Hembusan nafas kasarku memecah keheningan dan udara yang dingin. Aku hanya ingin melakukan apa yang kuinginkan. Bisakah kalian memberikanku dukungan tanpa tekanan ini? Aku lelah. Apakah kalian mengerti keadaanku? Aku terlihat baik-baik saja dari luar dimata kalian, tapi dari dalam diriku begitu tersiksa.  Aku tersenyum, tertawa bersama kalian ditengah kebahagian dan keramaian. Aku tertawa bukan karena kesenangan ataupun kebahagiaan ini. Aku menertawakan diriku sendiri yang begitu munafik. Aku menangis bukan karena menangis bahagia, akan tetapi menangisi diriku yang malang. Aku merasa sepi, merasa sendiri, hampa, ditengah keramaian bersama kalian.  Bisakah kalian mengerti akan diriku? Aku berada ditengah-tengah kehidupan kalian, tetapi kalian terasa begitu jauh. Kalian berbicara kepadaku tapi entah siapa sebenarnya kata-kata itu ditujukan. Aku hanya bisa berperang batin dan pikiran de...